Category: COVID 19 – UPDATE

PENTINGNYA CUCI TANGAN DENGAN SABUN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah, pemerintah melaporkan kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 5.504 pada Kamis (8/4/2021) hingga pukul 12.00 WIB. Dengan penambahan data hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.552.880. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat Indonesia yang beraktivitas di luar rumah dan mengabaikan protokol kesehatan.

Virus Covid-19 tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga otak, ginjal, hati, jantung, kulit, dan pencernaan. Virus Covid-19 bisa berada dimana saja, bisa menempel di benda yang ada di sekitar kita. Tapi jangan panik, ada cara yang dinilai paling efektif selain memakai masker untuk mencegah penularan virus tersebut adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan sesering mungkin dan dengan cara yang tepat (setidaknya selama 40 detik) adalah salah satu langkah paling penting untuk mencegah infeksi COVID-19.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemerintah membuat pendoman dan protokol kesehatan untuk menghadapi COVID-19. Di negara kita, protokol kesehatan ini dikenal dengan sebutan 5M. Sudah tahu apa saja protokol kesehatan 5M untuk membantu pencegahan penularan virus corona?

Makna gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3M. yaitu:

  1. Memakai masker,
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
  3. Menjaga jarak,
  4. Menjauhi kerumunan, serta
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Mengapa penting mencuci tangan dengan sabun?

Mencuci tangan dengan sabun sangat penting bagi setiap orang untuk melindungi diri dan melakukan tindakan pencegahan penularan virus corona. Menurut Kemkes, mencuci tangan pakai sabun terbukti efektif mencegah penularan virus corona karena tangan yang bersih setelah dicuci pakai sabun dapat mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh mengingat:

  1. Tanpa disadari, orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut sehingga dapat menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh
  2. Virus corona dari tangan yang tidak dicuci dapat berpindah ke benda lain atau permukaan yang sering disentuh – seperti pegangan tangga atau eskalator, gagang pintu, permukaan meja, atau mainan- sehingga menimbulkan risiko penyebaran virus kepada orang lain.

 

Bagaimana cara cuci tangan dengan sabun yang baik?

Cuci tangan dengan sabun yang baik menurut World Health Organization atau WHO adalah sebagai berikut:

 

 

 

New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

LAWAN CORONA, DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN BERSAMA MORITA INDONESIA

MORITA Indonesia – Pandemi covid 19 masih tetap ada di Global bahkan di Indonesia. Tidak ada yang tahu pasti covid 19 ini akan hilang dari muka bumi, hal ini semakin diperjelas oleh WHO yang dilansir dari laman Kemkes.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengeluarkan rilis bahwa dalam waktu singkat virus corona ini tidak akan hilang dari muka bumi.

Dilansir dari BBC, “Virus ini kemungkinan hanya menjadi endemic virus dan kemungkinan tidak akan pernah hilang. Saya pikir menjadi penting agar kita realistis dan saya tidak berpikir siapa pun dapat memprediksi kapan penyakit ini akan hilang” kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

Hal ini semakin diperkuat dengan data statistik Satuan Tugas Penanganan COVID 19 Indonesia bahwa total terkonfrimasi positif covid 19 per tanggal 2 September di Global (216 negara) mencapai 17.660.523 dan meninggal sejumlah 680.894.

Baca juga: Berangkat dari Sejarah Hari Pelanggan Nasional Menuju Senyuman untuk Para Pelanggan MORITA Indonesia

Dengan sebaran data, Indonesia mencapai 194.109 korban positif covid 19 pertangaal 6 September 2020. Yang masih terus meningkat perharinya.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini sudah memulai kebiasan baru yang disebut new normal, untuk bisa menstabilkan perekonomian di Indonesia juga.

Namun hal ini bukan berarti menyerah pada keadaan tetapi tetap berjuang bersama-sama melawan corona dengan adaptasi pola hidup yang baru sesuai protokol kesehatan.

Ilustrasi
Ilustrasi

Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Dengan Hand Sanitizer

Salah satu hal yang terpenting saat ini adalah tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga makan dan menggunakan hand sanitizer.

Hand sanitizer merupakan salah satu kebutuhan yang harus setiap orang miliki dan gunakan saat ini, terlebih lagi disituasi new normal.

Kegiatan diluar rumah sudah mulai banyak dilakukan masyarakat oleh karena itu perlu siap sedia dengan hand sanitizer sebagai alternative saat tidak menemukan kran air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan.

Dalam menggunakan Hand Sanitizer juga harus waspada dan teliti, jangan sampai malah menjadi boomerang bagi kesehatan diri.

Baca juga: New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

MORITA Hand Sanitizer, menyediakan produk hand sanitizer yang sudah terjamin dan terpercaya bagi konsumennya. Keunggulan MORITA Hand Sanitizer:

  • Mengandung alcohol sebesar 80%, ini merupakan rekomendasi dari WHO dan Kemkes
  • Mendapat Ijin dari Kementerian Kesehatan, menandakan produk ini sudah terjamin aman bagi penggunanya.
  • Aroma yang bervariasi, pengguna tidak perlu khawatir bosan dan pusing saat harus mencium aroma hand sanitizer ini.
  • Harga terjangkau, dalam pandemic ini MORITA Indonesia hadir sebagai produk yang aman, sehat dan pastinya masuk disetiap kalangan sehingga dengan harga terjangkau setiap orang berhak mendapat hak kesehatannya.

Jadi, sudah tahu kan produk hand sanitizer apa yang harus kamu gunakan? Yuk lawan corona bersama MORITA Hand Sanitizer! Salam sehat.

Penulis: Naomi

Berangkat dari Sejarah Hari Pelanggan Nasional Menuju Senyuman untuk Para Pelanggan MORITA Indonesia

Berangkat dari Sejarah Hari Pelanggan Nasional Menuju Senyuman untuk Para Pelanggan MORITA Indonesia

MORITA Indonesia – Setiap tanggal 4 September, Indonesia selalu memperingati Hari Pelanggan Nasional, dan tepat pada hari Jumat yang lalu Indonesia memperingatinya. Peringatan Hari Pelanggan Nasional banyak ditandai dengan adanya diskon dan promosi dari para penjual kepada pelanggannya.

Sejarah Hari Pelanggan Nasional

Namun, sobat tahu gak sih, bagaimana bisa tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional?

Dilansir dari Kompas.com, Hari Pelanggan Nasional ternyata tercetuskan pertama kali pada tahun 2003 oleh Handi Irawan yang merupakan Kepala dari Lembaga Riset Pemasaran Frontier Consulting Group. Dan pertama kali dicanangkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dengan adanya Hari Pelanggan Nasional, pemerintah, pengusaha dan karyawan diharapkan tetap memberikan perhatian khusus pada para pelanggan.

Jadi bisa dibilang ada nya fokus pada pelayanan untuk kepuasan pelanggan, sobat.

Baca juga: New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Mengutip langsung dari laman resmi HariPelanggan.com, Hari Pelanggan Nasional ini merupakan momen yang tepat untuk mendedikasikan diri dalam memompa semangat perusahaan dan seluruh fontliner dalam memberikan pelayanan yang istimewa kepada pelanggan.

Logo dari Harpelnas ini melambangkan senyum manusia dengan dasar warna hijau yang mewakili sebuah senyuman manusia yang tulus dan menandakan kepuasan. Pemilihan warna hijau menggambarakan kesejukan, keramahan dan rasa bersahabat.

Tipologi huruf kecil melambangkan sifat kerendahan hati dan keingingan untuk selalu berkembang.

Menyenangkan pelanggan memang bukan hal yang terbilang mudah, namun dengan adanya Harpelnas ini, perusahaan masih punya kesempatan untuk terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan dan menciptakan senyuman bagi pelanggannya.

Dari Morita untuk Senyuman Para Pelanggan

Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, perusahaan banyak memberikan sesuatu yang special bagi para pelanggannya. Perusahaan berlomba untuk tetap bisa memberikan senyuman pada pelanggan setianya.

Ditengah pandemic ini, MORITA Indonesia hadir dengan produk Hand Sanitizer dan Desinfektan lengkap dengan keunggulannya yang banyak dibutuhkan para pelanggannya.

Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini, MORITA Indonesia juga tetap berusaha memberikan senyuman bagi para pelanggannya.

Dibuktikan dengan MORITA Indonesia memberikan promo yakni diskon 25% setiap pembelian MORITA Hand Sanitizer ukuran 100 ml, 250 ml dan 500 ml dengan jangka waktu 4 – 5 September 2020 dan diskon 10% untuk semua varian pada pembelian di Lazada, Shopee dan Tokopedia.

MORITA Indonesia berusaha tetap memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya. Karena MORITA Indonesia, make the healthy world.

Penulis: Naomi

New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

MORITA Indonesia – Seperti kita ketahui, hingga saat ini Indonesia sedang menjalankan yang namanya kehidupan New Normal.

Skenario ini mulai ramai dibicarakan pada bulan Mei saat Achmad Yurianto yang saat itu merupakan Juru Bicara Penanganan Covid 19 menyinggung mengenai produktivitas dengan aman sehingga diperlukan tatanan baru.

Tatanan, kebiasaan dan perilaku baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang disebut new normal.

Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan (dilansir dari Kemkes).

Adanya protokol Adaptasi Kebiasaan Baru ini memang menjadi keputusan yang mungkin masih was-was bagi sebagian orang, mengingat korban terpapar Covid-19 terus ada di Indonesia.

Baca juga: SEJARAH HAND SANITIZER, PEMBERSIH TANGAN BERBASIS ALKOHOL YANG DICARI BANYAK ORANG

Namun pemerintah memang tidak hanya sebatas melakukan new normal tetapi sudah mempersiapkan segala protokol dibeberapa bidang: seperti di tempat kerja perkantoran dan industri, sektor jasa dan perdagangan.

Terlepas dari semua usaha yang disediakan pemerintah hingga saat ini Covid 19 masih tetap ada dan penyebaran masih tetap terjadi.

Bahkan situasi ini menjadi kesempatan masyarakat untuk hidup bebas dan normal sehingga banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

Namun menurut, Bidara Shabihah Salma, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat di salah satu universitas di Indonesia ini menyampaikan keputusan New Normal sudah menjadi keputusan yang baik untuk diimplementasikan di Indonesia.

Bidara Shabihah Salma, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Undip
Bidara Shabihah Salma, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Undip

Baginya, sudah saatnya mulai berdamai dengan Covid-19 karena sektor kesehatan tidak bisa berdiri sendiri.

“Sampai kapan kita mau menghentikan aktivitas kita?” kata Bidara.

Menurutnya, Covid 19 tidak akan berakhir diwaktu dekat sehingga aktivitas harus berjalan, namun ia menyayangkan masyarakat yang lalai dan tidak menaati protokol kesehatan sehingga menyebabkan new normal bisa menjadi gagal.

New normal yang sudah terjadi membawa hal positif seperti contoh dari sektor penerbangan.

Baca juga: JAGA KESEHATAN DIRI DAN KELUARGA AGAR MERDEKA DARI COVID-19

Dengan diterapkan hal tersebut, masyarakat sudah bisa melakukan penerbangan ke tempat tujuan mereka. Sehingga aktivitas dan pekerjaan bisa berjalan baik.

Namun protokol ini tidak selalu direspon masyarakat dengan perilaku positif. Beberapa kelompok masyarakat menganggap sepele hal ini, tidak melakukan protokol kesehatan.

Sehingga new normal memang bisa dilihat menjadi dua hal yakni positif dan negatif.

Mahasiswa kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) ini juga memiliki tips di era new normal untuk seluruh elemen masyarakat:

  • Tetap dirumah saja jika tidak ada kepentingan diluar rumah
  • Terapkan protokol kesehatan saat keluar rumah
  • Biasakan dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Berperilaku bijak dan sadar diri dalam menghadapi situasi ini.

Tetap sehat dan mari kita lawan Covid-19 bersama-sama. Salam sehat.

Penulis: Naomi

PENTINGNYA PERIZINAN RESMI PADA PRODUK HAND SANITIZER

PENTINGNYA PERIZINAN RESMI PADA PRODUK HAND SANITIZER

MORITA Indonesia – Artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai bagaimana dan kapan sebaiknya menggunakan hand sanitizer.

Hand sanitizer sendiri diketahui sebagai produk pembersih tangan yang dapat digunakan sebagai desinfektan yang juga mengandung alcohol untuk membersihkan tangan dari virus dan kuman.

Antiseptika ini menjadi produk yang sangat popular di masyarakat sehingga tak sedikit yang memproduksi produk ini sendiri dan dipasarkan secara luas di masyarakat.

Hal ini juga didorong juga dengan banyaknya beredar informasi cara pembuatan hand sanitizer oleh WHO.

Baca juga: CEGAH COVID, GUNAKAN HAND SANITIZER DENGAN BAIK DAN BENAR

Menanggapi hal ini, Badan Perizininan Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan penjelasan izin produk tersebut di Indonesia, diantaranya:

  • Hand sanitizer adalah produk pembersih tangan mengandung desinfektan yang pada umumnya mengandung alkohol untuk membersihkan tangan agar bersih dari virus dan bakteri.
  • Berdasarkan Permenkes RI No. 62 Tahun 2017 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro Dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, hand sanitizer termasuk dalam kategori Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
  • Produk PKRT termasuk hand sanitizer yang diproduksi, diimpor, dirakit dan/atau dikemas ulang, dan akan diedarkan harus memiliki Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.
  • Tidak ada larangan bagi masyarakat memproduksi hand sanitizer untuk digunakan sendiri sesuai dengan pedoman World Health Organization (WHO). (sumber: kompas.com)

Menggunakan produk tersebut yang sudah memiliki perizinan dari Kementerian Kesehatan ini menjadi sangat penting.

Karena perlu diketahui dilansir dari Kompas.com bahwa BPOM Amerika Serikat (FDA) menarik hand sanitizer berbasis methanol yang dijual sejumlah perusahaan di Meksiko.

Paparan methanol ini menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, kejang hingga kematian. Sedangkan yang seharusnya digunakan dan banyak digunakan untuk penyanitasi adalah etanol.

Alasan kesehatan ini lah yang menjadikan perizinan Kementerian Kesehatan menjadi sangat penting bagi produk penyanitasi.

Perizinan ini bukan hanya sekedar izin tetapi Kemenkes akan menjamin khasiat dan manfaatnya sebelum diedarkan di masyarakat.

Para pengguna juga harus memperhatikan dalam membeli penyanitasi, pastikan produk tersebut telah memiliki izin.

Apabila, kita ingin mengetahui izin edar dari hand sanitizer maupun produk PKRT yang lain termasuk alat kesehatan yang kita miliki, apakah produk ini resmi terdaftar atau tidak, bisa di cek di http://infoalkes.kemenkes.go.id/.

Penulis: Naomi

ST.Morita Farma Fights Covid-19

 

ST.MORITA FARMA CONTRIBUTES TO FIGHT THE SPREAD OF COVID-19 BY CONSISTENTLY PRODUCE SEVERAL HEALTHCARE PRODUCTS SUCH AS HAND SANITIZER, ANTISEPTICS, AND ALSO DISINFECTANT. THE PRODUCTS WERE FORMULATED BASED ON SEVERAL RELIABLE REFERENCES.

The references  reveals that

  • Hand hygiene is an important part of to prevent the spread of COVID-19. CDC recommends Alcohol-based hand rub (ABHR) is a simple yet effective way  to the reduce the direct and indirect spread of coronaviruses between people. ABHR such as hand sanitizer formulations can inactivate SARS-CoV-2. [1]
  • A final concentration of 80% ethanol or 75% isopropyl alcohol recommended in the USP hand sanitizer toolkit are aligned with World Health Organization (WHO) formulations. [2]
  • WHO are recommended by WHO for use in response to an emerging viral pathogen, including viruses that are genetically related to, and with similar physical properties as, the SARS-CoV-2.
  • Centers For Desease Control and Prevention (CDC) published and articles that SARS-CoV-2 was efficiently inactivated by WHO-recommended formulations with 80% of ethanol , supporting their use in healthcare systems and viral outbreaks. [3,4]
  • Morita hand sanitizer is ethanol-based product. The research was revealed that ethanol is used worldwide in healthcare facilities for hand rubbing. It has been described to have a stronger and broader virucidal activity compared to propanols. Ethanol at 80% was highly effective against all tested 21 enveloped viruses within 30s. [5]
  • Scientists in Germany and Switzerland have also tested the sanitizers’ effectiveness against SARS-CoV-2. The sanitizer comprises ethanol — 80% by volume and isopropanol (also known as 2-propanol or isopropyl alcohol) — 75% vol/vol. [6]

 

 

HOW TO CHOOSE HAND SANITIZER

 

  1. Choose hand sanitizer with 60-95% alcohol content (WHO recommend 80% alcohol content for ethanol and 75% for isopropanol)
  2. Make sure that hand sanitizer also contain humectant to reduce hand dryness (e.g. glycerol)
  3. Make sure that hand sanitizer pH is in a range of skin pH (4 – 7) to reduce the risk of irritatio

 

 

 

 

REFERENCES

1.Kratzel A, Todt D, V’kovski P, Steiner S, Gultrom M, Thao TTN, et al. Inactivation of severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 by WHO-recommended hand rub formulations and alcohols. Emerg Infect Dis. 2020 Jul

2.https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/hand-hygiene.html

3.Inactivation of Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 by WHO-Recommended Hand Rub Formulations and Alcohols, https://wwwnc.cdc.gov/eid/article/26/7/20-0915_article  

4. https://www.who.int/gpsc/5may/Guide_to_Local_Production.pdf?ua=1

5.Kampf, Günter. Efficacy of ethanol against viruses in hand disinfection, Journal of Hospital Infection. 2017. DOI :10.1016/j.jhin.2017.08.025

6. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-hand-sanitizers-inactivate-novel-coronavirus-study-finds#Stocks-running-low

Mengapa Harus Memilih Hand Sanitizer Alkohol 80%?

St Morita Farma memproduksi Hand Sanitizer berbasis alcohol dalam dua bentuk sediaan yaitu Gel dan Liquid dengan 3 varian aroma yaitu original, strawberry, serta lime.

Diproduksi sesuai dengan standar WHO (World Health Organization), penggunaan hand sanitizer St Morita Farma merupakan salah satu cara terbaik untuk membunuh bakteri, jamur, serta virus sehingga dapat mencegah penyebaran infeksi.

Komposisi Hand Sanitizer St Morita tersusun dari senyawa bahan aktif berupa etil alcohol (etanol), senyawa humektan berupa gliserol, serta material pendukung lainnya. Saat ini, Hand Sanitizer St Morita Farma tersedia dalam 2 jenis formulasi.

Formulasi pertama menggunakan ethanol 80% sebagai bahan aktif sedangkan formulasi kedua menggunakan bahan aktif ethanol 62.5% ditambah dengan triklosan 0.3%.

Kandungan etanol 80% baik digunakan sebagai desinfektan untuk kulit karena mampu membunuh berbagai macam virus salah satunya yaitu virus Corona.

Sedangkan kandungan ethanol di atas 95% dinilai kurang efektif untuk membunuh virus karena kurangnya kandungan air dalam larutan yang berfungsi untuk mempercepat reaksi denaturasi protesin pada virus dan bakteri.

Begini Cara Kelola Limbah Masker di Masyarakat Untuk Cegah Penularan COVID-19

 

 

Masker yang telah digunakan oleh Anda bisa menjadi media penularan virus dan agen penyebab penyakit, dan tentu hal ini menjadi sangat berbahaya. Namun penggunaan masker di lingkungan masyarakat tidak dikategorikan sebagai limbah medis yang diperlakukan seperti limbah medis di Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Hal ini karena masker tersebut tidak digunakan dalam pelayanan kesehatan atau pasien di Fasyankes. Limbah masker seperti ini masuk ke dalam kategori limbah domestik, sehingga perlakuan pengelolaannya sama dengan pengelolaan limbah domestik sesuai Undang­ Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Ada beberapa tahapan dan cara bagaimana mengelola masker yang telah Anda pakai, agar tidak menjadi media penularan virus, terutama virus penyebab COVID-19. Langkah-langkah berikut ini dapat mengurangi risiko kesehatan akibat cara pembuangan masker bekas pakai.

Tahapan Keterangan
Kumpulkan Masker bekas pakai •   Saat ini penggunaan Masker oleh masyarakat semakin tinggi, hal ini terkait kewaspadaan dengan isu COVID-19, secara positif juga menandakan kesadaran masyarakat untuk proteksi risiko yang cukup baik.•  Namun demikian peningkatan penggunaan masker juga dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab, dan dikhawatirkan masker bekas pakai dilakukan daur ulang dan dijual kembali di pasar.

•   Kita semua harus berperan dengan mengelola masker bekas pakai.

Desinfeksi Lakukan desinfeksi dengan cara rendam masker yang telah digunakan pada larutan disinfektan/ klorin/pemutih.
Rubah bentuk •  Kumpulkan masker dengan wadah/plastik yang aman.•  Untuk masker individu rusak talinya dan robek tengah sehingga tidak dapat digunakan ulang.
Buang ke tempat sampah domestik Buang ke tempat sampah domestik.
Cuci tangan Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/gunakan hand sanitizer bila tidak ada sarana cuci tangan.

Diharapkan dengan mengikuti tahapan-tahapan pengelolaan masker bekas pakai seperti di atas, potensi risiko penularan akibat penyalahgunaan penggunaan masker dapat dihindari. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker akan meminimalisir potensi penularan virus, seperti virus SARS-COV2, penyebab COVID-19.

Pedoman ini dapat diunduh melalui link berikut ini.

Mari kita cegah virus dimulai dari menjaga kesehatan dan pola hidup sehat diri sendiri.

#LAWANCOVID19

 

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/begini-cara-kelola-limbah-masker-di-masyarakat-untuk-cegah-penularan-covid-19/#.XoLHHIgzaUm